Langsung ke konten utama

Postingan

Si merah (cabai) banyak manfaat

Seperti yang kita ketahui, harga cabai sekarang ini sedang meroket. Harga yang mencapai kisaran 40.000/ kg yang semula dari kisaran 23.000/kg. Naiknya harga sungguh drastis bukan, yang dulunya beli 3.000 dapat cabai sekepal tangan, sekarang ini beli dengan harga segitu hanya dapat sejumput. Bahkan, membeli cabai 3000 isi yang didapat bisa dihitung dengan jari. Melonjaknya harga cabai bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor cuaca yang kurang mendukung, hasil panen yang kurang bagus, dan lain sebagainya. Faktor tersebut dapat mengakibatkan harga naik dikarenakan jumlah cabai yang bisa di panen sedikit. Namun Tak jarang masyarakat yang mengetahui harga cabai yang melonjak tetap membeli atau mengkonsumsi barang tersebut. Sebenarnya harga cabai dari petani tidak terlalu tinggi, namun yang menaikkan harga mungkin saja dari pihak pedagang. Jadi petani yang berusaha dan memiliki usaha namun mendapatkan hasil yang sama, namun para penjualah yang mendapatkan untung lebih banyak. Ped...
Postingan terbaru

Eluh Pedagang Kaki Lima

Sumber : https://www.google.com/search?safe=strict&client=ms-android-xiaomi&biw=360&bih=560&tbm=isch&sxsrf=ALeKk03N54ItnniGxRrWlOosWIHl1SMM5Q%3A1611669867890&sa=1&q=pedagang+kaki+lima+solo&oq=pedagang+kaki+lima+solo&aqs=mobile-gws-lite..#imgrc=K_A-mnHjrKjJIM Pemerintah sekarang ini telah menetapkan PSBB  (Pembatasan Sosial Berskala Besar)Jawa-Bali dibeberapa daerah, salah satunya yakni terjadi daerah sekitar Solo. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus covid-19 di daerah tertentu. Kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak tanggal 11-25 Januari 2021. PSBB yang dilakukan berupa Pembatasan jam operasional tempat usaha, Pembatasan tempat ibadah, transportasi umum, dan lain sebagainya. Pembatasan jam operasional tempat usaha, seperti tempat makan, mall, pusat kuliner, serta Pedagang Kaki Lima (PKL) yang hanya boleh beroperasional dari pukul 10.00 sampai dengan 19.00 WIB. Kemudian untuk Pembatasan tempat ibadah berupa Pembatasan jumlah...

Menuju pilkada Sukoharjo, pembekalan untuk Pengawas TPS (UTS Teknik Jurnalistik)

Persiapan apa saja yang dilakukan untuk pilkada? Ya jelas persiapan yang berikatan dengan pemungutan suara yang akan dilakukan di daerah Sukoharjo. Para Pengawas TPS se-kecamatan Grogol, Sukoharjo sudah melaksanakan beberapa persiapan untuk menuju Pilkada serentak yang akan diselenggaran 9 desember 2020. Dari pembentukan, pelantikan dan disusul dengan pembekalan sudah dilakukan.(16/11/2020) Pengawas TPS se-kecamatan Grogol mengadakan pembekalan secara tatap muka di gedung nikmat rasa.    Pembekalan dilakukan agar para PTPS dapat menjalankan tugas dengan baik saat pilkada berlangsung. "Tidak hanya sekadar melakukan pembekalan tatap muka, namun pembekalan juga dilakukan melalui virtual ataupun melalui platform tertentu, seperti you tube". Ujar Vendy, salah satu PTPS se-kecamatan Grogol.  Kegiatan tersebut cukup efektif sebab masih dalam Masa Pandemi, maka pembekalan harus dilakukan secara daring (online). Pembekalan secara tatap muka dilakukan dengan mematuhi protokol kese...

Masih efektifkah PJJ ?

Sumber :  safe=strict&client=ms-android-xiaomi&biw=360&bih=560&tbm=isch&sxsrf=ALeKk01QltBhDiBXRk6tL7Xvi2JE_w4p_g%3A1605626722716&sa=1&q=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&oq=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&aqs=mobile-gws-lite..#imgrc=FOXzfRyvWraggM (30/10/2020) - Seorang siswa asal tarakan, kalimatan utara nekat melakukan bunuh diri. Diduga siswa tersebut tertekan akibat banyaknya tugas selama sekolah daring. Kasus seperti ini buka pertama kalinya terjadi, sebelumnya kasus serupa juga terjadi di daerah lain.  Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejadian tersebut dapat terjadi. Pertama, dapat dipicu karena adanya beban tugas yang terlalu banyak selama sekolah daring berlangsung. Kedua, dapat pula disebabkan karena si anak mengalami gangguan secara psikis yang dipendam sendiri oleh si anak, dan masih banyak faktor lain yang dapat memicu kejadian tersebut terjadi.  Berdasarkan kasus yang telah terjadi mengenai pembelajaran jarak jau...

Bosan ah, Sekolah online di Masa Pandemi

Siswa bosan? Kira-kira apa yang membuat sekolah itu membosankan? Padahal di Masa Pandemi ini sekolah dilakukan dirumah, apakah masih bisa dikatakan membosankan?. Banyak siswa yang mengeluh. mengeluh tentang apa? Ya jelas mengenai sekolah yang dijalani di Masa Pandemi ini. Karena Kita tau bahwa di Masa Pandemi, sekolah dilakukan secara daring (online). Hal tersebut sudah cukup lama terjadi selama kurang lebih 7 bulan. Salah satu sekolah yang berada di kawasan Solo, saya dapati siswa yang mengaduh bosan.  Kemudian saya tanya mengapa mereka bosan, "Saya jenuh setiap hari harus belajar dan mengerjakan tugas lewat hp",  ujar rafael, sambatnya. Diberlakukanya sekolah secara daring atau belajar dari rumah bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Entah sampai kapan sekolah daring (online) dapat kembali ke semula,  karena wabah virus Covid-19 di Indonesia pun belum juga usai.  Maka dari itu perlu strategi khusus agar pembelajaran daring tidak membosankan, disinilah...

Canggung, pembelajaran daring di Masa Pandemi

Banyak mahasiswa masih merasa canggung melakukan pembelajaran secara daring.  Solo - Berbagai perguruan tinggi sudah melakukan kegiatan perkuliahan secara daring. Salah satunya adalah UMS (Universitas Muhammadiyyah Surakarta). Tidak bisa dipungkiri hal tersebut harus dilakukan karena masih dalam masa Pandemi covid -19. Padahal perkuliahan dengan sistem daring sudah dilakukan mulai bulan maret 2020 hingga saat ini dan sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Namun masih saja banyak keluhan mahasiswa mengenai pembelajaran daring ini, dengan keluhan belum terbiasa menggunakannya. Dan pembelajaran daring ini tetap dilaksanakan karena penyebaran wabah covid-19 di Surakarta belum terselesaikan. Dengan demikian universitas menyiapkan platform yang digunakan untuk melakukan perkuliahan secara daring. Platform yang digunakan seperti Google meet, zoom, Schoology, Google classroom, WhatsApp, YouTube, dan lain sebagainya. Melalui platform tersebut mahasiswa tetap melaksanakan perkulia...

Menikmati lebaran di Masa Pandemi

Sukoharjo- masyarakat sukoharjo merayakan lebaran dengan cara baru di masa Pandemi. Cara apa yang digunakan kalian untuk lebaran Kali ini? Bisa jadi sama dengan apa yang saya lakukan.  Lebaran merupakan Hari Raya umat Islam setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan. kegiatan tersebut identik dengan silaturahmi dengan sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan. Hari Raya biasanya dijadikan moment untuk berkumpul bersama orang tua, kakek, nenek, ataupun keluarga besar. Lebaran Kali ini (24/5/20) masih dalam kondisi Pandemi. Maka dari itu masyarakat dihimbau pemerintah untuk tidak merayakan lebaran dengan berkumpul atau berkerumun orang banyak seperti lebaran-lebaran sebelumnya. Saya termasuk orang yang juga merasakan itu, lebaran yang sebelumnya bisa silaturahmi dari rumah ke rumah baik tetangga maupun teman. Akan tetapi sekarang tidak bisa Karena terhambat oleh keadaan dan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Untuk merayakan lebaran da...