Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Menuju pilkada Sukoharjo, pembekalan untuk Pengawas TPS (UTS Teknik Jurnalistik)

Persiapan apa saja yang dilakukan untuk pilkada? Ya jelas persiapan yang berikatan dengan pemungutan suara yang akan dilakukan di daerah Sukoharjo. Para Pengawas TPS se-kecamatan Grogol, Sukoharjo sudah melaksanakan beberapa persiapan untuk menuju Pilkada serentak yang akan diselenggaran 9 desember 2020. Dari pembentukan, pelantikan dan disusul dengan pembekalan sudah dilakukan.(16/11/2020) Pengawas TPS se-kecamatan Grogol mengadakan pembekalan secara tatap muka di gedung nikmat rasa.    Pembekalan dilakukan agar para PTPS dapat menjalankan tugas dengan baik saat pilkada berlangsung. "Tidak hanya sekadar melakukan pembekalan tatap muka, namun pembekalan juga dilakukan melalui virtual ataupun melalui platform tertentu, seperti you tube". Ujar Vendy, salah satu PTPS se-kecamatan Grogol.  Kegiatan tersebut cukup efektif sebab masih dalam Masa Pandemi, maka pembekalan harus dilakukan secara daring (online). Pembekalan secara tatap muka dilakukan dengan mematuhi protokol kese...

Masih efektifkah PJJ ?

Sumber :  safe=strict&client=ms-android-xiaomi&biw=360&bih=560&tbm=isch&sxsrf=ALeKk01QltBhDiBXRk6tL7Xvi2JE_w4p_g%3A1605626722716&sa=1&q=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&oq=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&aqs=mobile-gws-lite..#imgrc=FOXzfRyvWraggM (30/10/2020) - Seorang siswa asal tarakan, kalimatan utara nekat melakukan bunuh diri. Diduga siswa tersebut tertekan akibat banyaknya tugas selama sekolah daring. Kasus seperti ini buka pertama kalinya terjadi, sebelumnya kasus serupa juga terjadi di daerah lain.  Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejadian tersebut dapat terjadi. Pertama, dapat dipicu karena adanya beban tugas yang terlalu banyak selama sekolah daring berlangsung. Kedua, dapat pula disebabkan karena si anak mengalami gangguan secara psikis yang dipendam sendiri oleh si anak, dan masih banyak faktor lain yang dapat memicu kejadian tersebut terjadi.  Berdasarkan kasus yang telah terjadi mengenai pembelajaran jarak jau...

Bosan ah, Sekolah online di Masa Pandemi

Siswa bosan? Kira-kira apa yang membuat sekolah itu membosankan? Padahal di Masa Pandemi ini sekolah dilakukan dirumah, apakah masih bisa dikatakan membosankan?. Banyak siswa yang mengeluh. mengeluh tentang apa? Ya jelas mengenai sekolah yang dijalani di Masa Pandemi ini. Karena Kita tau bahwa di Masa Pandemi, sekolah dilakukan secara daring (online). Hal tersebut sudah cukup lama terjadi selama kurang lebih 7 bulan. Salah satu sekolah yang berada di kawasan Solo, saya dapati siswa yang mengaduh bosan.  Kemudian saya tanya mengapa mereka bosan, "Saya jenuh setiap hari harus belajar dan mengerjakan tugas lewat hp",  ujar rafael, sambatnya. Diberlakukanya sekolah secara daring atau belajar dari rumah bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Entah sampai kapan sekolah daring (online) dapat kembali ke semula,  karena wabah virus Covid-19 di Indonesia pun belum juga usai.  Maka dari itu perlu strategi khusus agar pembelajaran daring tidak membosankan, disinilah...

Canggung, pembelajaran daring di Masa Pandemi

Banyak mahasiswa masih merasa canggung melakukan pembelajaran secara daring.  Solo - Berbagai perguruan tinggi sudah melakukan kegiatan perkuliahan secara daring. Salah satunya adalah UMS (Universitas Muhammadiyyah Surakarta). Tidak bisa dipungkiri hal tersebut harus dilakukan karena masih dalam masa Pandemi covid -19. Padahal perkuliahan dengan sistem daring sudah dilakukan mulai bulan maret 2020 hingga saat ini dan sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Namun masih saja banyak keluhan mahasiswa mengenai pembelajaran daring ini, dengan keluhan belum terbiasa menggunakannya. Dan pembelajaran daring ini tetap dilaksanakan karena penyebaran wabah covid-19 di Surakarta belum terselesaikan. Dengan demikian universitas menyiapkan platform yang digunakan untuk melakukan perkuliahan secara daring. Platform yang digunakan seperti Google meet, zoom, Schoology, Google classroom, WhatsApp, YouTube, dan lain sebagainya. Melalui platform tersebut mahasiswa tetap melaksanakan perkulia...

Menikmati lebaran di Masa Pandemi

Sukoharjo- masyarakat sukoharjo merayakan lebaran dengan cara baru di masa Pandemi. Cara apa yang digunakan kalian untuk lebaran Kali ini? Bisa jadi sama dengan apa yang saya lakukan.  Lebaran merupakan Hari Raya umat Islam setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan. kegiatan tersebut identik dengan silaturahmi dengan sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan. Hari Raya biasanya dijadikan moment untuk berkumpul bersama orang tua, kakek, nenek, ataupun keluarga besar. Lebaran Kali ini (24/5/20) masih dalam kondisi Pandemi. Maka dari itu masyarakat dihimbau pemerintah untuk tidak merayakan lebaran dengan berkumpul atau berkerumun orang banyak seperti lebaran-lebaran sebelumnya. Saya termasuk orang yang juga merasakan itu, lebaran yang sebelumnya bisa silaturahmi dari rumah ke rumah baik tetangga maupun teman. Akan tetapi sekarang tidak bisa Karena terhambat oleh keadaan dan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Untuk merayakan lebaran da...

Penyaluran Bantuan untuk PKH di Masa Pandemi

Sukoharjo - Penyaluran bantuan untuk PKH (Program Keluarga Harapan) di Masa Pandemi masih tetap berjalan. PKH (Program Keluarga Harapan) adalah suatu program pemberian bantuan sosial bersyarat dari pemerintah untuk Keluarga Miskin (KM). Selasa (14/4/2020) baru saja dilakukan distribusi bantuan tersebut berupa sembako. Kegiatan ini sering disebut E-Warung (elektronik warung). Untuk pendistribusian di area Kelurahan Kwarasan dan Kelurahan Sanggrahan, petugas E-Warung bekerja sama dengan Karang Taruna dukuh Jetis, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo.  Selama masa Pandemi berlangsung sistem pendistribusian E-Warung ini berubah.  " Sebelum masa pandemi para penerima bantuan PKH masing-masing harus datang ke dukuh Jetis, untuk mengambil bantuan yang berupa sembako tersebut, Sekarang untuk mendistribusikan bantuan tersebut petugas E-Warung beserta Karang Taruna dukuh Jetis harus mengantarkan sembako di desa dalam dua kelurahan " ujar vendy anggota karang taruna. Pemberian...

Hand Sanitizer gratis, untuk cegah penyebaran Covid 19

Sukoharjo - Rabu (25/3/2020) Sejumlah kaum pemuda-pemudi yang tergabung dalam Organisasi "Karang Taruna  Tri Manunggal"  membagikan hand sanitizer di Dukuh Jetis, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari hand sanitizer di area solo. "Kami mendapatkan hand sanitizer dengan cara membeli beberapa liter agar dapat dibagikan ke warga Dukuh Jetis ini, untuk salah satu pencegahan penyebaran virus Covid 19" kata Ketua KT Tri Manunggal, Heru Widodo. Sistem pembagian hand sanitizer dilakukan dengan cara para warga dukuh jetis sebelum pembagian diminta untuk mengumpulkan botol spray bekas. Kemudian dikumpulkan di salah satu anggota karang taruna tersebut.  Selanjutnya botol tersebut akan dibersihkan oleh anggota karang taruna, dan diisikan hand sanitizer tersebut. Setelah itu pada hari Rabu (25/3/2020) membagikan hand sanitizer tersebut, karena satu dukuh terdapat tiga RT, maka anggota karang taruna berbagi tugas. Apabila te...

Resensi film "SPOTLIGHT"

Produser  : Tom McCarthy Sutradara  : Tom McCarthy Penulis Naskah : Tom McCarthy, Josh Singer Rilis    : 6 November 2015 Genre    : Biography, Drama, True Story, History PH / Perusahaan : Open Road Films Durasi : 2 jam 9 menit Pemain Film Spotlight 1.      Mark Ruffalo sebagai Michael Rezendes 2.      Michael Keaton sebagai Walter "Robby" Robinson 3.      Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer 4.      Brian d'Arcy James sebagai Matt Carroll 5.      Gene Amoroso sebagai Steve Kurkjian 6.      John Slattery sebagai Ben Bradlee Jr. 7.      Liev Schreiber sebagai Marty Baron. Film spotlight menceritakan sebuah jurnalistik yang bernama "spotlight". Tim spotlight dibentuk dari sebuah perusahaan penerbitan yang bernama The Boston Globe. Tim tersebut mengkhususkan untuk menangani kasus-kasus besar dan proses yang memakan wak...

Ditertawakan, Ide Cemerlang KH. Sudja'

RS PKU (Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat) pasti sudah familiar di kalangan warga Muhammadiyah. Awalnya tempat ini didirikan hanya berupa klinik sederhana, yang bertujuan untuk menyediakan pelayanan kesehatan bagi kaum yang kurang mampu. Sebelum RS tersebut didirikan, terdapat salah satu tokoh sebagai pencetus berdirinya rumah sakit itu. KH. Sudja' lah orangnya, pejuang Muhammadiyah generasi awal dari trah KH. Hasyim. Dibalik berdirinya RS PKU terdapat cerita inspiratif yang dapat diambil. Berawal sebuah impian KH. Sudja' yang ingin mendirikan Rumah Sakit dari ajaran KH. Ahmad Dahlan mengenai teologi Al-Maun. Kemudian diadakan rapat pimpinan pengurus Muhammadiyah untuk membahas mengenai kemajuan Muhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan menanyakan kepada peserta rapat "apakah ada bagunan yang perlu didirikan?". Setelah itu KH. Sudja' memberikan usulan yaitu membangun Rumah Sakit untuk kalangan warga Muhammadiyah. Akan tetapi, usulan tersebut malah ditertawakan pes...