Langsung ke konten utama

Masih efektifkah PJJ ?

Sumber : safe=strict&client=ms-android-xiaomi&biw=360&bih=560&tbm=isch&sxsrf=ALeKk01QltBhDiBXRk6tL7Xvi2JE_w4p_g%3A1605626722716&sa=1&q=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&oq=gambar+pembelajaran+jarak+jauh+hd&aqs=mobile-gws-lite..#imgrc=FOXzfRyvWraggM




(30/10/2020) - Seorang siswa asal tarakan, kalimatan utara nekat melakukan bunuh diri. Diduga siswa tersebut tertekan akibat banyaknya tugas selama sekolah daring. Kasus seperti ini buka pertama kalinya terjadi, sebelumnya kasus serupa juga terjadi di daerah lain. 

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejadian tersebut dapat terjadi. Pertama, dapat dipicu karena adanya beban tugas yang terlalu banyak selama sekolah daring berlangsung. Kedua, dapat pula disebabkan karena si anak mengalami gangguan secara psikis yang dipendam sendiri oleh si anak, dan masih banyak faktor lain yang dapat memicu kejadian tersebut terjadi. 

Berdasarkan kasus yang telah terjadi mengenai pembelajaran jarak jauh yang sedang berlangsung di Masa Pandemi ini. Maka guru dan pemerintah setidaknya dapat menanggapi kasus yang berkaitan dengan kebijakan yang digunakan. Terdapat salah satu guru di daerah solo menanggapi mengenai kasus yang yang telah terjadi. " Setiap guru sudah memiliki strategi masing-masing dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh, namun banyak pihak yang salah paham mengenai guru memberikan tugas kepada peserta didik. Padahal, itu bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru" ujar bapak Wiyono. 

Kelebihan dan kekurangan sebuah kebijakan yang telah digunakan itu pasti ada. Sama halnya dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang sedang berlangsung saat ini. Kebijakan tersebut memiliki beberapa kelebihan, sebagai berikut; 1) dengan adanya kebijakan tersebut peserta didik dan guru dapat melakukan pembelajaran dengan menggunakan jaringan walaupun dibatasi oleh jarak, 2) apabila peserta didik belum paham mengenai materi dapat mereview materi yang telah di ajarkan dimana dan kapan saja, 3) peserta didik jika memerlukan informasi tambahan maka dapat mencari melalui internet dengan mudah, 4) peserta didik dapat sedikit menguasai mengenai teknologi. Sedangkan kekurangan pada kebijakan ini, sebagai berikut: 1) kurangnya interaksi antara guru dan peserta didik, 2) Cenderung mengabaikan aspek sosial ataupun akademik, 3) siswa mudah merasa bosan dengan proses pembelajaran, 4) Banyaknya beban tugas yang limpahkan ke peserta didik.

Dengan adanya kelebihan dan kekurangan yang ada perlu evaluasi atau perbaikan dari pemerintah mengenai kebijakan yang digunakan, agar dapat mengetahui apakah kebijakan tersebut efektif digunakan selama Masa Pandemi. Tindakan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kebijakan tersebut, dapat dengan menggunakan platform tertentu yang disesuaikan dengan masing-masing jenjang, kemudian perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut mengenai pembelajaran jarak jauh agar peserta didik, orang tua siswa serta pendidik lebih paham mengenai hal tersebut.

Maka dari Itu dapat disimpulkan bahwa sebuah kebijakan yang telah digunakan perlu diperbaiki atau ditambah inovasi baru agar kebijakan tersebut lebih sempurna. Dengan demikian diketahui pula mengenai keefektifan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang berlangsung saat ini. 

Komentar